Prasangka sering kali mengubah apa yang jelas jadi samar, yang jernih jadi keruh, dan yang baik jadi buruk.Hanya bila kita mau melihat dengan mata hati semuanya jadi wajar
Minggu, 11 Januari 2009
Muslim satu tubuh
Senin, 05 Januari 2009
Minggu, 04 Januari 2009
Palestina ladang pembantaian
Hari -hari ini saya lagi malas menulis, hati sedang gundah, hingga kerjaan rasanya banyak yang enggak kelar, padahal ini tahun baru, nggak pedulilah,pokoknya bawaannya jengkel dan sedih aja. Sudah 9 hari, zionis Israel, laknatullah membombardir ghaza, setiap hari pula saya mengikuti berita tentangnya di televisi. Pengen nangis rasanya melihat banyaknya korban dikalangan anak-anak, tangisan mereka ketika dibopong ke rumah sakit, dan ketika di meja tindakan Rumah sakit, sungguh memilukan, tak terasa air mata saya keluar, cengeng memang, tapi saya nggak peduli apa kata orang, pemandangan itu memang menyentuh nurani saya, apalagi dunia arab belum kompak bersikap dan mulai satu-dua negara berstatment menyalahkan Hamas, edan.... sudah jelas kurang lebih 500 orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka, dunia masih bungkam, PBB yang diharapkan mengeluarkan resolusi, gagal, diveto Amerika, sang kawan karib dan pelindung terbesar Israel. Presiden Iran, Ahmedi Najad mengatakan : "kata-kata tidak menyelesaikan masalah", benar, tapi hingga saat ini dunia arab dan dunia belum merespon. Di tanah air sendiri telah banyak protes-protes dilakukan ormas islam, ribuan kader PKS telah berdemo didepan kudebas AS, juga kelompok pendemo lainnya, Tetapi dimanakah ribuan orang yang pernah mendemo RUU pornographi, yang mendemo pelarangan ahmadiyah, kemana mereka ? Ini bukan masalah agama bung ! Pemusnahan suatu Etnis (genocide) dan penghancuran kemanusiaan jelas diperlihatkan kepada kita, tanpa tedeng aling-aling ditayangkan pula di You Tube, tampak roket-roket secara visual area targeted menghantam pemukiman, Rumah Sakit bahkan Masjid. Saya semakin tak mengerti, masalah ini selalu berusaha dinegoisasikan, padahal selalu gagal dan gagal, entah dihianati atau Israel berselingkuh dengan negara-negara arab dengan super makcomblang Amerika Serikat. Coba lihat peta Israel tahun 1947, bandingkan dengan peta wilayahnya saat ini. luar biasa perkembangannnya, jelas merupakan hasil konspirasi tingkat tinggi. Sayang dunia arab telah kehilangan Raja Faisal dari Arab Saudi, yang waktu itu berani melawan hegemoni amerika serikat dengan mengembargo minyak dunia, yang membuat amerika kelimpungan, yang akhirnya mossad membunuhnya melalui tangan keponakannya sendiri yang juga bernama Faisal yang bersekolah di Amerika dengan terlebih dahulu, dipacari dan dicuci otaknya oleh seorang wanita cantik rupawan yang merupakan agen mossad Israel. Ini Fakta bung. Sebenarnya dunia arab bisa melakukan hal yang sama, tetapi sayang mereka telah dilenakan oleh Big Sattan Amerika Serikat, atau kita ingat betapa patriotiknya perlawanan mesir dibawah kepemimpinan Anwar Saddat waktu melawan israel. Benteng terakhir israel di Jerusalem telah dikuasai Mesir, tinggal selangkah lagi Israel takluk. Tapi apa mau dikata Amerika mengancam Mesir, jika Tel Aviv jatuh, Kairo akan di bomb. Dengan berbagai rayuan dan pertimbangan akhirnya mesir mau diajak berunding dan tragisnya Anwar Saddat pun tewas di bunuh. Dari fakta-fakta diatas sebenarnya dunia Arab bisa mengatasi Israel, tetapi sayang seribu kali sayang, budaya arab primitif yang suka berkelompok dan berperang masih melekat di sebagian petinggi negara negara arab. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong (QS. al-Hajj (22) : 78). Dengan ketidakmampuan saya secara fisik untuk ikut meringankan penderitaan di ghaza, mari kita berdoa dan memberikan bantuan harta untuk perjuangan Palestina merdeka. Allahu Akbar...!Rabu, 31 Desember 2008
Catatan kecil di akhir tahun
Beberapa saat, di siang ini, sekitar pukul 2.20 PM WIB, ketika saya memulai untuk menulis di blog, tiba-tiba bangunan tempat saya bekerja ( lantai 4 ) bergetar cukup keras, memang nggak terlalu lama, yah mungkin sekitar 15 detiklah, tetapi sudah cukup bagi saya, getaran itu menjadi signal untuk segera berlari ke lantai 1 mengantisipasi hal buruk yang mungkin terjadi. Pengalaman gempa yogya, 2 tahun silam, membuat saya agak paranoid dengan yang namanya getaran, apalagi saat ini merupakan hari di penghujung tahun, hari yang oleh sebagian orang tua kita selalu di wanti-wanti untuk "berhati-hati". Peringatan ini terkesan mistik dan tahayul, akan tetapi kalau kita merenungkannya ada suatu pesan bijak didalamnya. Proses berputarnya kehidupan ibarat suatu ritme atau irama yang memerlukan energi, ibarat bayi yang tumbuh menjadi anak, remaja, dewasa kemudian tua dan akhirnya mati, kehidupan ini mengikuti sunatullah yang sama. Di awal tahun energi itu begitu kuatnya mempengaruhi sendi-sendi kehidupan, energi yang positif dihasilkan oleh orang-orang dengan harapan baru, yang disalurkan lewat aktivitas sehari-hari. Lalu lahirlah karya-karya yang inovatif dari berbagai bidang, berlomba, bersinergi bahkan terkadang bersaing meramaikan panggung kehidupan di bumi ini. Mulailah tanpa sadar energi yang digunakan saling bergesekan, berbenturan, dari hari ke hari, minggu ke minggu, hingga bulan ke bulan, menjadikannnya perlahan tetapi pasti menjadi aus. Keausan ini tampak, dengan mulai banyaknya aktivitas yang tidak harmonis, orang mudah marah, gampang tersinggung, kesabaran hilang, ketelitian sirna, hingga kehati-hatian dilupakan, akibatnya seiring dengan hitungan penanggalan bulan yang mulai menua, badai itu datang. Kecelakaan angkutan laut, darat, udara, mulai tampak. Pertengkaran, perkelahian, pembunuhan semakin meningkat (angka kriminal dari Polda Metrojaya, pada tahun 2008 di Jakarta setiap 9 menit terjadi aksi kejahatan). Alampun terus dirambah dan dirusak dengan dalih ekonomi, akhirnya kita menuai akibatnya; banjir, tanah ongsor, rob, puting beliung dan bencana alam lainnya menerjang susul menyusul seolah tak ada habisnya."Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."(QS. ar-Rum :41). Demikian Tuhan telah mengingatkan.
Aktivitas tanpa kebijakan bertindak, membuat energi kehidupan menjadi tak terkendali bagaikan kuda yang lepas dari tali kekangnya, liar, menabrak sana dan sini, akhirnya energi ini menjadi aus dan kehilangan auranya. Kebijakan, membuat energi menjadi harmonis, seimbang, sehingga semua berjalan sesuai aturan, alami dan sinergis. Tentunya energi kehidupan yang datangnya dari Sang Pencipta akan tersalurkan secara baik bila kita menselaraskannya dengan kebijakan yang bersumber dari Illahi pula. Semoga di akhir tahun menyongsong awal tahun yang baru, energi kehidupan yang kita gunakan, semakin tercerahkan,terbarukan seiring pesan-pesan dari langit
Aktivitas tanpa kebijakan bertindak, membuat energi kehidupan menjadi tak terkendali bagaikan kuda yang lepas dari tali kekangnya, liar, menabrak sana dan sini, akhirnya energi ini menjadi aus dan kehilangan auranya. Kebijakan, membuat energi menjadi harmonis, seimbang, sehingga semua berjalan sesuai aturan, alami dan sinergis. Tentunya energi kehidupan yang datangnya dari Sang Pencipta akan tersalurkan secara baik bila kita menselaraskannya dengan kebijakan yang bersumber dari Illahi pula. Semoga di akhir tahun menyongsong awal tahun yang baru, energi kehidupan yang kita gunakan, semakin tercerahkan,terbarukan seiring pesan-pesan dari langit
Minggu, 28 Desember 2008
Syukur (Alhamdulillah)
Selalu kusakiti engkau dengan dosakuKu balas segala kebaikanMu dengan kekurangan
Tiada pernah ku menyadari semuanya
Bahwa nafas yang ku hirup adalah kuasa Mu
Alhamdullilah.. ku syukuri semua
Terima kasihku ya Allah
Atas indahnya hidup
Alhamdulilah.. ku syukuri semua
Terima kasihku ya Robbie
Atas rahmat dalam hidupku
Selalu ku tinggalkan engkau dengan khilafku
Ku balas segala kemurahanMu dengan keburukan
Tiada pernah ku menyadari semuanya
Bahwa nafas yang ku hirup adalah kuasa Mu
by; Ungu
Sabtu, 27 Desember 2008
Catatan kecil buat Sudaryono
Kamis, 25 Desember 2008
Mencari sebuah Masjid (Taufiq Ismail)
Aku diberitahu tentang sebuah masjid,
yang tiang-tiangnya dari pepohon di hutan,
fondasinya batu karang dan pualam pilihan
atapnya menjulang tempat bersangkutnya awan
dan kubahnya tembus pandang,
berkilauan digosok topan kutub utara dan selatan
Aku rindu dan mengembara mencarinya.
Aku diberitahu tentang sepenuh dindingnya yang transparan,
dihiasi dengan ukiran kaligrafi Qur'an dengan warna platina dan keemasan
bentuk daun-daunan sangat teratur serta sarang lebah demikian geometriknya
ranting dan tunas berjalin bergaris-garis gambar putaran angin
Aku rindu dan mengembara mencarinya.
Aku diberitahu tentang sebuah masjid
yang menara-menaranya menyentuh lapisan ozon
dan menyeru azan tak habis-habisnya
membuat lingkaran mengikat pinggang dunia
kemudian nadanya yang lepas-lepas disulam malaikat jadi renda benang emas yang memperindah ratusan juta sajadah
di setiap rumah tempatnya singgah
Aku rindu dan mengembara mencarinya.
Aku diberitahu tentang sebuah masjid
yang letaknya dimana bila waktu azan lohor engkau masuk kedalamnya
engkau berjalan sampai waktu ashar, tak kan capai saf pertama
sehingga bila engkau tak mau kehilangan waktu, bershalatlah di mana saja
di lantai masjid ini yang besar luar biasa
Aku rindu dan mengembara mencarinya
Aku diberitahu tentang ruangan disisi mihrabnya
yaitu sebuah perpustakaan tak terkata besarnya
dan orang-orang dengan tenang membaca di dalamnya,
di bawah gantungan lampu-lampu kristal terbuat dari berlian
yang menyimpan cahaya matahari,
kau lihat bermilyar huruf dan kata masuk
beraturan ke susunan syaraf pusat manusia dan jadi ilmu berguna
di sebuah pustaka yang bukunya berjuta-juta
terletak disebelah menyebelah masjid kita
Aku rindu dan mengembara mencarinya
Aku diberitahu tentang sebuah masjid
yang beranda dan ruang dalamnya tempat orang-orang bersila bersama
dan bermusyawarah tentang dunia dengan hati terbuka
dan pendapat bisa berlainan namun tanpa pertikaian
dan kalaupun ada pertikaian bisalah diuraikan dalam simpul
persaudaraan sejati dalam hangat sajadah yang itu juga terbentang
di sebuah masjid yang sama
Tumpas aku dalam rindu. Mengembara mencarinya
Dimanakah dia gerangan letaknya?
Pada suatu hari aku mengikuti matahari
ketika dipuncak tergelincir sempat lewat seperempat kwadran turun ke barat
dan terdengar merdunya azan di pegunungan,
dan akupun melayangkan pandangan
mencari masjid itu kekiri dan kekanan,
ketika seorang tak kukenal membawa sebuah
gulungan,
dia berkata "Inilah dia masjid yang dalam pencarian tuan"
dia menunjuk tanah ladang itu dan di atas lahan pertanian dia bentangkan secarik
tikar pandan kemudian dituntunnya aku ke sebuah pancuran
airnya bening dan dingin mengalir teraturan, tanpa kata dia berwudlu duluan.
Akupun di bawah air itu menampungkan tangan, ketika kuusap mukaku,
kali ketiga secara perlahan,
hangat air yang terasa bukan dingin
Kiranya demikianlah air pancuran
bercampur dengan air mataku yang bercucuran.
yang tiang-tiangnya dari pepohon di hutan,
fondasinya batu karang dan pualam pilihan
atapnya menjulang tempat bersangkutnya awan
dan kubahnya tembus pandang,
berkilauan digosok topan kutub utara dan selatan
Aku rindu dan mengembara mencarinya.
Aku diberitahu tentang sepenuh dindingnya yang transparan,
dihiasi dengan ukiran kaligrafi Qur'an dengan warna platina dan keemasan
bentuk daun-daunan sangat teratur serta sarang lebah demikian geometriknya
ranting dan tunas berjalin bergaris-garis gambar putaran angin
Aku rindu dan mengembara mencarinya.
Aku diberitahu tentang sebuah masjid
yang menara-menaranya menyentuh lapisan ozon
dan menyeru azan tak habis-habisnya
membuat lingkaran mengikat pinggang dunia
kemudian nadanya yang lepas-lepas disulam malaikat jadi renda benang emas yang memperindah ratusan juta sajadah
di setiap rumah tempatnya singgah
Aku rindu dan mengembara mencarinya.
Aku diberitahu tentang sebuah masjid
yang letaknya dimana bila waktu azan lohor engkau masuk kedalamnya
engkau berjalan sampai waktu ashar, tak kan capai saf pertama
sehingga bila engkau tak mau kehilangan waktu, bershalatlah di mana saja
di lantai masjid ini yang besar luar biasa
Aku rindu dan mengembara mencarinya
Aku diberitahu tentang ruangan disisi mihrabnya
yaitu sebuah perpustakaan tak terkata besarnya
dan orang-orang dengan tenang membaca di dalamnya,
di bawah gantungan lampu-lampu kristal terbuat dari berlian
yang menyimpan cahaya matahari,
kau lihat bermilyar huruf dan kata masuk
beraturan ke susunan syaraf pusat manusia dan jadi ilmu berguna
di sebuah pustaka yang bukunya berjuta-juta
terletak disebelah menyebelah masjid kita
Aku rindu dan mengembara mencarinya
Aku diberitahu tentang sebuah masjid
yang beranda dan ruang dalamnya tempat orang-orang bersila bersama
dan bermusyawarah tentang dunia dengan hati terbuka
dan pendapat bisa berlainan namun tanpa pertikaian
dan kalaupun ada pertikaian bisalah diuraikan dalam simpul
persaudaraan sejati dalam hangat sajadah yang itu juga terbentang
di sebuah masjid yang sama
Tumpas aku dalam rindu. Mengembara mencarinya
Dimanakah dia gerangan letaknya?
Pada suatu hari aku mengikuti matahari
ketika dipuncak tergelincir sempat lewat seperempat kwadran turun ke barat
dan terdengar merdunya azan di pegunungan,
dan akupun melayangkan pandangan
mencari masjid itu kekiri dan kekanan,
ketika seorang tak kukenal membawa sebuah
gulungan,
dia berkata "Inilah dia masjid yang dalam pencarian tuan"
dia menunjuk tanah ladang itu dan di atas lahan pertanian dia bentangkan secarik
tikar pandan kemudian dituntunnya aku ke sebuah pancuran
airnya bening dan dingin mengalir teraturan, tanpa kata dia berwudlu duluan.
Akupun di bawah air itu menampungkan tangan, ketika kuusap mukaku,
kali ketiga secara perlahan,
hangat air yang terasa bukan dingin
Kiranya demikianlah air pancuran
bercampur dengan air mataku yang bercucuran.
Langganan:
Postingan (Atom)
