Selasa, 16 Desember 2008

EVALUASI


December coming, Inilah saat yang tepat untuk mengevaluasi diri. Perjalanan sebelas bulan kebelakang cukup sudah sebagai pelajaran yang berharga dalam mengarungi kehidupan di dunia yang semakin panas dan renta ini. Ambil hikmah dari semua itu, yang akan menjadi bekal dalam perjuangan di tahun 2009. Ayo..teman, saatnya bergerak, saatnya merubah Indonesia menjadi lebih baik.

Rabu, 10 Desember 2008

ANAK

Ada kerinduan yang dalam jika mengingat anak, yang saat ini jauh di kampung dengan istri tercinta. Bila jarak telah jauh memisahkan, tawa, tangis dan sifat manja sang anak tidak saya lihat dan dengar lagi, barulah terasa bahwa anak memang penyejuk mata, pelipur lara,sumber harapan, dan semangat saya untuk menyosong masa depan. Adakalanya saya merasa, betapa sedikitnya waktu yang saya berikan untuk bercanda dan berkomunikasi dengan anak, dikala pekerjaan sehari-hari terus memburu dan menghampiri untuk segera diselesaikan. Adakalanya rasa bersalah menghinggapi, tatkala saya sadar bahwa belum banyak pelajaran dan petuah-petuah hidup yang saya berikan dan tularkan pada anak. Adakalanya saya menyadari bahwa "amanah" membesarkan dan mendidik anak bukanlah pekerjaan ringan dan pekerjaan ala kadarnya.

Senin, 08 Desember 2008

FRIENDSHIP

Beberapa hari yang lalu saya mengunjungi situs pertemanan gratis friendster (FS), yang kebetulan profil saya juga ada disana. Ada beberapa teman sempat protes, "wah bapak-bapak kok friendsteran ?" Saya menanggapinya dengan tersenyum saja,memang sih pertanyaan itu sangat wajar terlontar, karena situs friendster saat ini dikenal sebagai "icon" gaulnya anak muda ,tempat curhat, mencari sahabat, pasangan, bahkan oleh sebagian "pemuja ragawi" dijadikan tempat untuk nge"date" dan "transaksi". Terlepas dari itu semua ,ternyata banyak keuntungan positif yang saya dapatkan ketika profile saya di FS terus di up date. Teman-teman lama, adik kelas di SMP,SMA dan Perguruan tinggi di masa masih kuliah dulu, satu demi satu saya temukan, dan silaturahmi itu terjalin kembali, Sungguh suatu kebahagian yang tak terkira ketika kita dapat bertukar pengalaman dan saling bernostalgia. Bagi saya ini seperti Roborantia (vitamin) , penjaga semangat dan stamina untuk terus berkarya. Semoga..

Minggu, 07 Desember 2008

SELAMAT ID 10 DJULHIJJAH 1429 H


SEMOGA PENGORBANAN KITA DITERIMA ALLAH SWT
MOHON MAAF LAHIR BATHIN

Sabtu, 06 Desember 2008

DETEKSI DINI

Insiden Kanker Payudara di Indonesia menempati urutan pertama, setelah kanker leher rahim (SIRS: Sistem Informasi Rumah Sakit,2007). Angka kejadiannya secara pasti masih belum diketahui, oleh karena belum ada registrasi kanker berbasis populasi, tetapi berdasarkan data Globocan,IARC 2002, didapatkan estimasi insiden kanker payudara di Indonesia sebesar 26 per 100.000 wanita (Depkes,2008). Kenyataannya sebagian besar kasus baru ditemukan pada keadaan stadium lanjut, dengan alasan ketidaktahuan bagaimana caranya mendeteksi secara dini kelainan-kelainan pada payudara. Sejatinya telah diketahui bahwa stadium suatu kanker sangat berhubungan dengan prognosisnya.

Prognosis Klinis
Konsensus Internasional St. Gallen membagi faktor prognosis dalam 2 (dua) kelompok besar, yaitu :

a. Faktor resiko rendah/minimal : Ukuran tumor kurang atau sama dengan 2 cm, usia pasien lebih atau sama dengan 35 tahun, gambaran histopatologi klas II-III, Reseptor hormon (ER/PR) positif dan tak ditemukan metastase pada kelenjar getah bening (KGB).

b. Faktor resiko menengah/tinggi : Adanya invasi sel tumor ke pembuluh darah dan ke pembuluh limfe (KGB).

Artinya semakin dini kita mengetahui kelainan pada payudara , prognosisnya menjadi lebih baik. Pada tulisan ini saya mencoba menguraikan beberapa tahapan dalam memeriksa payudara sendiri ( SADARI ) sebagai metode deteksi dini yang dilakukan sebulan sekali, sebaiknya pemeriksaan dilakukan 7-10 hari sehabis masa menstruasi. Menjelang menstrausi, payudara agak membengkak sehingga menyulitkan pemeriksaan.
Adapun tahapan SADARI sebagai berikut :
1. Melihat
Berdiri dan menghadap kecermin, tanggalkan pakaian atas, dengan kedua lengan tergantung lepas, kemudian perhatikan melalui cermin daerah sekitar payudara anda :
  • Bentuk dan ukuran payudara, apakah simetris kanan dan kiri ?
  • Puting, apakah lurus ke depan ? berubah arah ? tertarik ke dalam atau lecet ?
  • Kulit, apakah tampak kemerahan ? kebiruan ? kehitaman ? lecet ? seperti kulit jeruk-kulit menebal dengan pori-pori menebal ? kerutan ? cekungan ?
Semua pengamatan di atas diulangi dengan posisi kedua tangan lurus ke atas. Setelah selesai, ulangi lagi pengamatan dengan kedua tangan di pinggang, dada dibusungkan, kedua siku ditarik ke belakang. Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui adanya benjolan yang ada di permukaan kulit.

2. Memijat
Dengan kedua tangan pijatlah payudara dengan lembut dari tepi hingga ketengah puting, pastikan apakah ada cairan yang keluar dari puting, bagaimana warnanya ? (keadaan ini diluar masa menyusui)

3. Meraba
Untuk memeriksa payudara kanan dan kiri, berbaringlah di atas tempat tidur. Periksalah secara bergantian. Memeriksa payudara kanan, letakkan bantal tipis dibawah bahu kanan, sedang lengan kanan direntangkan ke atas di samping kepala atau di letakkan di bawah kepala,begitu sebaliknya untuk payudara kiri. Gunakan ketiga jari tangan yang saling dirapatkan untuk meraba payudara. Rabaan dilakukan dengan gerakan memutar (seperti membuat lingkaran kecil-kecil, mulai dari tepi payudara hingga ke puting susu. Sesudah itu geser posisi jari sedikit ke sebelahnya, dan lakukan lagi gerakan memutar dari tepi payudara hingga ke putingnya. Lakukan terus secara berurutan hingga seluruh bagian payudara diperiksa. Gunakan lotion atau pelembab untuk memudahkan gerakan ini. Gerakan memutar ini juga harus dilakukan dengan kekuatan tekanan yang berbeda-beda, sedikitnya dengan tiga macam tekanan. Pertama dengan tekanan ringan untuk memeriksa benjolan yang ada di permukaan kulit payudara, yang kedua dengan tekanan sedang untuk memeriksa adanya benjolan di tengah-tengah jaringan payudara, dan yang ketiga dengan tekanan cukup kuat untuk merasakan adanya benjolan didasar payudara dekat dengan tulang dada (Thorax).
Kemudian ulangi perabaan seperti poin 3, tetapi dalam posisi berdiri. Untuk memudahkan, sambil mandipun, saat tubuh dibalur sabun dapat pula dilakukan. Daerah ketiak dan area di sekitar payudara diraba pula, untuk mengetahui apakah ada anak sebar ( metastase) yang telah mencapai KGB.
Jika SADARI telah dilakukan, dan menemukan kelainan atau benjolln pada payudara segeralah ke dokter, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hilangkan rasa malu dan takut. Ingat pepatah mengatakan " malu bertanya sesat dijalan". Jangan tunda lagi..

OBAMA



Euforia kemenangan Barack Obama dalam pemilihan presiden Amerika Serikat, juga melanda Indonesia. Banyak orang berharap, kemenangan Obama ini akan merubah beberapa kebijakan pemerintah amerika yang sangat merugikan beberapa negara , terutama negara-negara timur tengah, asia dan khususnya Indonesia. Dengan beberapa pertimbangan, diantaranya Family tree obama yang masih keturunan afrika dan ayahnya beragama Islam, terlebih ayah tiri obama orang Indonesia dan beliau pernah tinggal dan bersekolah di Jakarta, espektasi itu terasa wajar. Tetapi sejatinya hal itu merupakan "jauh panggang dari api", oleh karena kemenangan Obama merupakan kemenangan sistem, bukan kemenangan personal. Sehingga kebijakan pemerintah amerika akan tetap kapitalis, agresif, anti Irak, Iran, Afganistan, Palestina dan sangat double standard. Lobi-lobi pengusaha Yahudi yang menggurita dan besar di Amerika tak akan pernah diam untuk memperjuangkan kepentingan-kepentingan Israel dkk. Mungkin yang berubah hanya style atau gaya kepemimpinan Obama, yang terlihat demokrat, tidak rasialis dan sedikit humanis. Kalau boleh dianalogikan presiden Bush seorang cowboy, Obama adalah seorang matador, bergaya halus, menghibur, tetapi tujuan akhirnya tetap menaklukan.

Senin, 01 Desember 2008

LONG APARI




Kecamatan Long Apari masuk dalam wilayah Kabupaten Kutai Barat di Kalimantan Timur. Sebagai Kabupaten baru hasil dari pemekaran Kabupaten Kutai, yang dipecah menjadi Kutai Kertanegara yang beribukota di Tenggarong, Kutai Timur di Senggata, dan Kutai Barat di Melak.
Long Apari merupakan kecamatan terisolir, terletak di Hulu Sungai Mahakam, dengan luas wilayah 3491.14 Km2, berbatasan Langsung dengan Malaysia Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, berpenduduk 4405 jiwa dengan jumlah penduduk laki-laki 2346 orang dan jumlah penduduk perempuan 2059 orang, terdiri dari 10 kampung ( Tiong Ohang, Tiong buu, Long Krioq, Long Penaneh I,II,III, Nohabuan, Nahasilat, Nahatifab dan Long Apari ), dengan ibukota kecamatan Tiong Ohang. Suku Dayak Oheng, merupakan kelompok masyarakat terbesar di kecamatan ini, diikuti oleh dayak soputan, suku bugis, banjar dan pendatang dari Kalteng maupun Kalbar.

Transportasi yang sangat sulit membuat kecamatan ini cukup terisolir. Perjalanan dari Samarinda ( ibukota Propinsi Kaltim ) menelusuri sungai mahakam kurang lebih 3 hari, bila tidak ada halangan, misalnya musim kemarau maupun musim hujan. Menggunakan Kapal kayu selama 2 hari hingga kecamatan long bagun. Setelah dari Long Bagun perjalanan ke Long Apari dilanjutkan dengan speedboat atau long boat dikarenakan medan yang harus dilewati cukup berat, aliran sungai mulai menyempit dan banyak terdapat riam-riam (jeram) dengan arus yang sangat deras. Riam Udang dan Riam Panjang merupakan riam yang banyak menyimpan cerita bagaimana sulit dan berbahayanya melewati daerah tersebut, banyak kejadian menimpa pemudik (orang yang bepergian ke hulu mahakam), yang menelan korban jiwa dan harta benda.
Perjalanan lewat udara dapat pula dilakukan setiap hari Rabu, Jumat, Sabtu tiap minggu dengan menggunakan pesawat tipe britain norman milik maskapai DAS (Dirgantara Air Service), dengan tujuan bandara Datahdawai di Long Lunuk (Kecamatan Long Pahangai) kurang lebih 2 jam perjalanan dan dilanjutkan ke Long Apari menggunakan ces (perahu kecil bermesin 5-12 pk) atau long boat, dengan ces 5 pk kurang lebih 2 jam. Tetapi Jadwal penerbangan yang tak menentu, yang biasanya karena kondisi pesawat mengalami "kerusakan", maka penduduk setempat lebih memilih lewat jalur sungai walaupun ongkosnya sangat mahal.